
Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin menilai perilaku belanja konsumen”yang kini makin selektif dan gemar "trading down"”dapat meredam lonjakan harga akibat tarif impor, sehingga tekanan inflasi ke depan berpotensi lebih moderat dari yang dikhawatirkan. Ia menyampaikan pandangan itu dalam rangkaian pidato/komentarnya pekan ini, termasuk jelang acara bertajuk "Why the Consumer Matters" yang dijadwalkan Rabu malam WIB di Greenville Chamber of Commerce.
Barkin juga mengisyaratkan sikap berhati-hati terhadap peluang pemangkasan suku bunga pada September, menekankan ketidakpastian keseimbangan risiko antara inflasi dan pasar kerja. Meski bukan pemilih kebijakan tahun ini, ia menyebut konsumen masih relatif tangguh dan pasar tenaga kerja "tidak biasa namun stabil," sehingga arah kebijakan perlu ditentukan data ke depan.
Dalam pidato terkait kemarin, Barkin menyoroti pola belanja rumah tangga berpendapatan rendah“menengah (beralih ke merek privat dan opsi lebih murah), yang menurutnya menjadi penyangga terhadap potensi kenaikan harga lebih luas. Namun ia mengingatkan, pelemahan permintaan yang terlalu tajam bisa menekan volume usaha dan margin, dengan risiko terhadap ketenagakerjaan”walau PHK besar-besaran dinilai tidak mungkin karena pasar tenaga kerja yang ketat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id
Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...
Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...
Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...
Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...